Apa Itu NStemi? Bagaimana Penangannya?

Bagi Anda yang dinyatakan hasil EKG atau rekam jantungnya adalah NON  STEMI, mungkin bingung apa itu NON Stemi? Penyakit jenis apakah ini? Berbahayakah bagi kesehatan? Dan berbagai pertanyaan lain yang muncul. Jadi NON STEMI  mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang (Brunner & Sudarth, 2002).
Penyebab dari Non Stemi ini sendiri, disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu:
1.  Suplai oksigen ke lapisan otot jantung (miokard) berkurang. Adapun sebab kurangnya suplai oksigen ini bisa disebabkan oleh faktor pembuluh darah, faktor sirkulasi maupun faktor darahnya itu sendiri.

2.  Curah jantung yang meningkat. Peningkatan curah jantung ini dapat disebabkan oleh: aktivitas yang berlebihan, emosi, atau justru karena makan yang banyak.
3.  Kebutuhan oksigen kelapisan otot jantung (miocard) yang meningkat. Peningkatan kebutuhan ini bisa disebabkan karena kerusakan lapisan otot jantung maupun karena adanya hipertensi.
Selain faktor diatas, ada beberapa hal yang menjadi faktor predisposisi terjadinya Nstemi, yaitu:
1.  Faktor resiko biologis yang tidak dapat diubah, seperti:Usia lebih dari 40 tahun, Jenis kelamin: insiden pada pria tinggi, sedangkan pada wanita meningkat setelah menopause maupun karena Ras

2.  Faktor resiko yang dapat dirubah, seperti: peningkatan lemak dalam tubuh, hipertensi, merokok, diabetes, diet tinggi lemak jenuh dan kalori, aktifitas fisik yang kurang, pola kepribadian tipe A (emosional, agresif, ambisius, kompetitif) dan stress psikologis berlebihan.
Adapun tanda dan gejala dari Nstemi ini adalah: Nyeri dada atau kadang kala di bagian perut dengan ciri seperti diperas, perasaan seperti diikat, perasaan terbakar, nyeri tumpul, rasa penuh, berat atau tertekan, menjadi presentasi gejala yang sering ditemukan pada NSTEMI.
Walaupun gejala khas rasa tidak enak di dada pada NSTEMI telah diketahui dengan baik, gejala tidak khas seperti: napas pendek , mual, pingsan dan nyeri di lengan, bahu atas atau leher juga terjadi dalam kelompok yang lebih besar pada pasien-pasien berusia lebih dari 65 tahun.
Lalu, bagaimana penangan terbaik untuk penderita Nstemi? Sebaiknya segera bawa penderita ke pelayanan kesehatan terdekat. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan fisik dan dilakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan yang umum dilakukan pada penderita dengan keluhan nyeri dada adalah: pemeriksaan rekam jantung atau orang medis menyebutnya dengan EKG.
Dalam rekam jantung tersebut, pada penderita Nstemi akan terlihat: T inverted (T menurun), ST depresi dan Q Patalogis. Selain itu, akan dilakukanpemeriksaan laboratorium, seperti: pemeriksaan enzim jantung, elektrolit, seldarah putih, GDA kolesterol dan kecepatan sedimentasi.
Tapi, hal terpenting yang biasanya pertama kali diberikan pada penderita Nstemi adalah pemasangan oksigen pada penderita, pemberian obat-obat tertentu seperti: antiogulan, bowel care, obat sedative maupun obat analgesik.

Adapun cara pencegahan Nstemi ini adalah: dengan menjaga berat badan tetap ideal, menjaga pola makan, berhenti merokok maupun kebisaan buruk lainnya, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup dan pengontrolan tekanan darah tinggi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu NStemi? Bagaimana Penangannya? "

Posting Komentar