Waspadalah! Ternyata Tidak Sarapan Berisiko Tinggi Untuk Terkena Serangan Jantung

Seringkali dalam keseharian, kita lupa untuk sarapan. Waktu yang ‘mepet’ untuk menyiapkan makanan menjadikan sarapan sesuatu yang agak susah untuk dilakukan di zaman yang menuntut serba cepat ini. Itulah sebabnya banyak kalangan  menunda rasa laparnya dan memilih memenuhi kebutuhan makanannya ketika waktu siang tiba.
Tapi, tahukah anda bahwa menunda sarapan dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung? Berikut fakta mengejutkan tentang sarapan yang wajib untuk anda ketahui:

1.  Menurut studi yang dipublikasikan oleh Journal Psychologhy and Behaviour, anak SD yang sarapan dengan oatmeal memiliki memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan yang tidak sarapan.
2.  Level tertinggi kortisol terjadi pada pukul 07.00 pagi. Dimana kortisol adalah salah satu hormon stres yang dihasilkan kelenjar adrenal. Untuk menyeimbangkan peningkatan kadar kortisol ini dapat dilalukan dengan sarapan.

3.  Jika kita terus melewatkan sarapan, kita akan rentan terkena serangan jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes dan berpeluang besar mengalami kenaikan berat badan. Hal ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Harvard University selama 16 tahun yang telah melibatkan 27 ribu orang dengan umur 45-82 tahun) yang menyatakan: mereka yang melewatkan sarapan setiap harinya, sebanyak 27 persen lebih berpotensi untuk terkena serangan jantung atau penyakit jantung koroner.
4.  Seseorang yang melewatkan sarapan akan membuat tubuh lapar dan cepat mudah lelah karena kadar glikogen dan insulin tidak stabil. Baca Juga: Waspada Minuman Berenergi Dapat Meningkatkan Irama Jantung dan Hipertensi

Itulah beberapa fakta tentang pentingnya sarapan buat kesehatan kita. Semoga saja artikel ini menambah pengetahuan kita akan pentingnya sarapan untuk kita semua. Amiin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waspadalah! Ternyata Tidak Sarapan Berisiko Tinggi Untuk Terkena Serangan Jantung"

Posting Komentar